Langsung ke konten utama

RUPST: Tahun 2022, Diamondland Catat Laba Bersih Rp1,21 Miliar


Tahun buku 2022, pendapatan perseroan pengembang PT Diamond Citra Propertindo Tbk (Diamondland) mencatat laba bersih sebesar Rp1,21 miliar.

thepropertycom (JAKARTA). Dalam RUPST tahun buku 2022, kinerja usaha Diamondland selama kuartal I tahun 2023 terbilang positif. Sementara itu, pada kuartal I tahun 2023 juga, aset dari emiten properti Diamondland mencapai Rp80,91 miliar.

"Kami optimis, bisnis sektor properti di tahun 2023 ini, tetap memiliki prospek cerah dan menjanjikan," tandas Direktur Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan kepada pers.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Diamondland Adam Bilfaqih, mengatakan, Diamondland terus melakukan inovasI agar kinerja perusahaan semakin baik. 

"Kami akan memperbaiki kinerja dengan langkah-langkah strategis dalam mewujudkan visi dan misi," ujar Adam tenang.

Dalam kesempatan itu, Adam juga membeberkan strategi Diamondland, diantaranya fokus membidik segmen pasar kelas menengah. Selain itu, perseroan melakukan terobosan atau inovasi untuk meningkatkan daya saing proyek yang digarap Diamondland dengan harga yang lebih terjangkau. Tujuannya, agar proyek properti Diamondland dapat diserap masyarakat dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Capaian Diamondland dalam proyek hunian vertikal, diantaranya Dave Apartment di jalan Palakali Raya Kukusan, Beji, Kota Depok. Kemudian Apple 1 Condovilla  di jalan raya Jatipadang, Pasar Minggu Jakarta Selatan serta Apple 1 Condovilladi Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.[redtp17/foto:wan]


Link





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gelombang PHK Berkelanjutan, Kode Keras Bagi Presiden Prabowo Subianto

Gelombang PHK bukan hanya terjadi di sektor industri manufaktur, tetapi juga menyentuh lembaga media massa nasional, seperti stasiun TV swasta, siaran radio komersial dan sejumlah media online. Diprediksi sampai akhir tahun 2025 ini, pengangguran terselubung terdidik semakin tinggi, angka kriminalitas menanjak naik, premanisme meluas dan pungli bertebaran dimana-mana. Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi secara berkelanjutan sejak tahun 2022 lalu hingga memasuki semester pertama tahun 2025, menjadi kode keras buat Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi, terkait kebijakan ekonomi kerakyatan. Badai PHK berjamaah ini terjadi, berawal dari penurunan daya beli masyarakat lapisan bawah. Kondisi ini semakin diperparah oleh keadaan ekonomi global yang terus melemah, serta kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang secara tidak langsung merusak sendi-sendi ekonomi nasional. Terjadinya kasus PHK b...

Friksi Terselubung Lembaga Public Relations Versus Media Massa, Kemana Budget untuk Media Massa?

Sejumlah lembaga PR ‘nakal’ diduga memanfaatkan, sekaligus mendompleng media massa untuk menyiarkan berita kepada masyarakat luas, dengan tujuan menjaga citra positif perusahaan swasta tertentu atau institusi negara, di mata publik.   Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa   Friksi terselubung antara lembaga Public Relations (PR), baik PR internal perusahaan maupun PR Eksternal (PR swasta/independen) dengan media massa (media online, cetak dan audio visual), sudah terjadi sejak lama.   Friksi ini menyangkut persoalan yang berhubungan langsung dengan pembiayaan (budget) pemberitaan untuk media massa setelah media massa hadir dalam undangan press conference, maupun penayangan berita yang berasal press release yang dikirmkan PR.   Seperti diketahui, fungsi Public Relations (PR) adalah menjaga image positif perusahaan swasta tertentu atau institusi negara, di masyarakat melalui pemberitaan media massa.   Namun sayangnya, ada sejumlah lembaga PR internal per...

Fenomena Aksi Cabul Negeri Beradab...

  Kasus sejumlah dokter yang mencabuli pasiennya saat melakukan praktik merupakan fenomena baru yang cukup menakutkan kaum perempuan, terutama bagi perempuan yang sedang hamil atau yang sedang mengalami gangguan kesehatan. Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa Selama ini, Indonesia dikenal sebagai negeri yang beradab, masyarakatnya ramah-tamah, sopan santun, serta beretika/berbudaya luhur hasil warisan dari nenek moyang bangsa. Namun, sekarang negara ini semakin terjerembab dalam lingkaran nafsu syahwat dan aksi cabul yang tidak lagi mengenal rasa malu. Jauh sebelum aksi cabul dilakukan para dokter, sudah banyak kasus pencabulan terjadi, mulai dari puluhan santriwati yang dicabuli hingga hamil oleh oknum pengajar pesantren, dukun cabul yang selalu ada dari zaman ke zaman, guru cabul, pejabat cabul, oknum polisi cabul dan banyak lagi cabul-cabul lainya yang mungkin saja tidak tersentuh media dan hukum. Bahkan, ada kasus pencabulan menghilang tanpa jejak, setelah ada kesep...