Langsung ke konten utama

Pengembang Bersaing Kembangkan Township, Geliat Properti Cikupa Berpotensi Menyalib BSD, Nah Lho...!!!

 

Perkembangan proyek properti di Cikupa, Banten terus menggeliat. Sejumlah pengembang di sekitar Serpong, termasuk BSD mulai ketar-ketir karena khawatir eksistensi mereka bakal tersalip. 

thepropertycom (JAKARTA). Saat ini, wilayah Cikupa menawarkan kemudahan akses melalui jalan tol dan dekat dengan area Serpong. Cikupa berhasil menarik perhatian para pemburu hunian. Hebatnya lagi, harga-harga rumah di Cikupa sangat terjangkau. Pengembangan township juga mulai bergeser ke Cikupa. Menurut Head of Research Jones Lang Lasalle (JLL) Yunus Karim, perkembangan proyek infrastruktur jalan tol seperti tol Serpong-JORR W2, JORR 2 Serpong-Kunciran-Bandara, hingga JORR 2 Serpong-Balaraja-Bandara terus meningkatkan aksesibilitas antarkawasan. Proyek infrastruktur ini ikut mendorong pergerakan cepat properti secara besar-besaran di wilayah Cikupa. 


“Perkembangan properti residensial pasarnya sangat besar. Fasilitas umum yang terus berkembang sangat berpengaruh pada pertumbuhan sektor properti, khususnya di koridor barat,” jelasnya. Situasi ini menarik perhatian pengembang Astra Land Indonesia dengan membangun township di Cikupa, diatas lahan seluas 50 hektar. Township baru di Cikupa ini sangat strategis karena berada di jalur exit tol Cikupa (tol Jakarta-Merak). 


Dalam setiap proyeknya, Astra Land Indonesia selalu menghadirkan hunian untuk meningkatkan kualitas hidup penghuninya, seperti  menghadirkan hunian dengan desain lansekap  berkonsep alam. Cikupa township juga didukung fasilitas retail existing seperti Happy Walk, ruko Terrace 8 dan Terrace 9, pasar modern, area lifestyle Kedaton Golf. Tidak lama lagi juga akan dibangun superblok, hotel dan pusat perbelanjaan skala besar.[redtp16]



Viraaalll... Ribut-ribut tarif parkir, siapa pengawas BP perparkiran swasta dan Dishub?

 
klik Link


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gelombang PHK Berkelanjutan, Kode Keras Bagi Presiden Prabowo Subianto

Gelombang PHK bukan hanya terjadi di sektor industri manufaktur, tetapi juga menyentuh lembaga media massa nasional, seperti stasiun TV swasta, siaran radio komersial dan sejumlah media online. Diprediksi sampai akhir tahun 2025 ini, pengangguran terselubung terdidik semakin tinggi, angka kriminalitas menanjak naik, premanisme meluas dan pungli bertebaran dimana-mana. Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi secara berkelanjutan sejak tahun 2022 lalu hingga memasuki semester pertama tahun 2025, menjadi kode keras buat Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi, terkait kebijakan ekonomi kerakyatan. Badai PHK berjamaah ini terjadi, berawal dari penurunan daya beli masyarakat lapisan bawah. Kondisi ini semakin diperparah oleh keadaan ekonomi global yang terus melemah, serta kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang secara tidak langsung merusak sendi-sendi ekonomi nasional. Terjadinya kasus PHK b...

Friksi Terselubung Lembaga Public Relations Versus Media Massa, Kemana Budget untuk Media Massa?

Sejumlah lembaga PR ‘nakal’ diduga memanfaatkan, sekaligus mendompleng media massa untuk menyiarkan berita kepada masyarakat luas, dengan tujuan menjaga citra positif perusahaan swasta tertentu atau institusi negara, di mata publik.   Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa   Friksi terselubung antara lembaga Public Relations (PR), baik PR internal perusahaan maupun PR Eksternal (PR swasta/independen) dengan media massa (media online, cetak dan audio visual), sudah terjadi sejak lama.   Friksi ini menyangkut persoalan yang berhubungan langsung dengan pembiayaan (budget) pemberitaan untuk media massa setelah media massa hadir dalam undangan press conference, maupun penayangan berita yang berasal press release yang dikirmkan PR.   Seperti diketahui, fungsi Public Relations (PR) adalah menjaga image positif perusahaan swasta tertentu atau institusi negara, di masyarakat melalui pemberitaan media massa.   Namun sayangnya, ada sejumlah lembaga PR internal per...

Fenomena Aksi Cabul Negeri Beradab...

  Kasus sejumlah dokter yang mencabuli pasiennya saat melakukan praktik merupakan fenomena baru yang cukup menakutkan kaum perempuan, terutama bagi perempuan yang sedang hamil atau yang sedang mengalami gangguan kesehatan. Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa Selama ini, Indonesia dikenal sebagai negeri yang beradab, masyarakatnya ramah-tamah, sopan santun, serta beretika/berbudaya luhur hasil warisan dari nenek moyang bangsa. Namun, sekarang negara ini semakin terjerembab dalam lingkaran nafsu syahwat dan aksi cabul yang tidak lagi mengenal rasa malu. Jauh sebelum aksi cabul dilakukan para dokter, sudah banyak kasus pencabulan terjadi, mulai dari puluhan santriwati yang dicabuli hingga hamil oleh oknum pengajar pesantren, dukun cabul yang selalu ada dari zaman ke zaman, guru cabul, pejabat cabul, oknum polisi cabul dan banyak lagi cabul-cabul lainya yang mungkin saja tidak tersentuh media dan hukum. Bahkan, ada kasus pencabulan menghilang tanpa jejak, setelah ada kesep...