Langsung ke konten utama

Good News Guys...!!! WNA Hanya Boleh Hak Pakai Untuk Rumah Tapak, Pihak Asing Dilarang Menguasai Apartemen

 

Soal status kepemilikan properti secara hukum, para WNA dapat memperoleh hak pakai untuk rumah tapak dan sertifikat hak milik satuan rumah susun untuk apartemen (di atas hak pakai atau HGB). Hunian milik WNA ini dapat diwariskan. Namun, pihak asing dilarang menguasai apartemen. 

thepropertycom (JAKARTA). Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Dirjen PHPT) Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana di The Langham hotel, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2023). 


Lebih lanjut Suyus mengemukakan, Pemerintah membuka peluang bagi warga negara asing (WNA) untuk membeli apartemen hingga rumah tapak lewat sejumlah regulasi, salah satunya melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja.


Izin kepemilikan hunian bagi WNA berlaku sejak tahun 2021 lalu hingga saat ini. Untuk mendukung regulasi diatas, Pemerintah mengeluarkan Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN No. 1241/SK-HK.02/IX/2022 tentang Perolehan dan Harga Rumah Tempat Tinggal/Hunian Untuk Orang Asing.


Berdasarkan Kepmen ATR/BPN di atas, hunian untuk orang asing diberikan dengan harga batasan tertentu. Misalnya untuk DKI Jakarta dan seluruh provinsi di Pulau Jawa, harga minimalnya Rp5 miliar. Kemudian untuk Sumatera Utara, Sumatera Selatan hingga Kalimantan Timur harga minimalnya  Rp2 miliar. 


Sementara untuk rumah susun atau apartemen, harga minimal untuk properti di kawasan DKI Jakarta Rp3 miliar. Lalu untuk provinsi di Pulau Jawa dan Bali harga minimalnya Rp2 miliar. Sedangkan daerah lainnya minimal Rp1 miliar.


WNA bisa membeli rumah tapak dengan luasan maksimum 2.000 m2. Menurut Suyus, pihaknya saat ini tengah memproses aturan lebih lanjut tentang pembelian unit apartemen. Point pentingnya ialah pihak asing tidak boleh menguasai apartemen.[redtp16]

















Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Friksi Terselubung Lembaga Public Relations Versus Media Massa, Kemana Budget untuk Media Massa?

Sejumlah lembaga PR ‘nakal’ diduga memanfaatkan, sekaligus mendompleng media massa untuk menyiarkan berita kepada masyarakat luas, dengan tujuan menjaga citra positif perusahaan swasta tertentu atau institusi negara, di mata publik.   Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa   Friksi terselubung antara lembaga Public Relations (PR), baik PR internal perusahaan maupun PR Eksternal (PR swasta/independen) dengan media massa (media online, cetak dan audio visual), sudah terjadi sejak lama.   Friksi ini menyangkut persoalan yang berhubungan langsung dengan pembiayaan (budget) pemberitaan untuk media massa setelah media massa hadir dalam undangan press conference, maupun penayangan berita yang berasal press release yang dikirmkan PR.   Seperti diketahui, fungsi Public Relations (PR) adalah menjaga image positif perusahaan swasta tertentu atau institusi negara, di masyarakat melalui pemberitaan media massa.   Namun sayangnya, ada sejumlah lembaga PR internal per...
 

Paguyuban Warga Catalina Gading Serpong Keluhkan Tetesan Air Chiller, Diduga Berasal Dari Apartemen Carstensz

Paguyuban Warga Catalina, Gading Serpong mengeluhkan adanya cipratan air kecil (seperti gerimis) ke dalam lingkungan kompleks perumahan Catalina, khususnya Blok AA. thepropertycom (Serpong). Cipratan air ini diduga berasal dari mesin chiller yang lokasinya berada di belakang apartemen dan mal Carstensz, Gading Serpong. Tempat mesin chiller ini juga berbatasan dengan tembok pembatas Blok AA perumahan Catalina, Gading Serpong.( klik video diatas untuk melihat mesin chiller ). "Sejak adanya apartemen ini, bila kami melewati jalan di belakang apartemen, selalu terkena cipratan air seperti gerimis, kami menduga air ini berasal dari mesin chiller apartemen Carstensz," kata Jhon Jo, Ketua Paguyuban Catalina kepada reporter thepropertycom , Senin pagi (18/9/2023). Di tempat yang sama, Juru bicara Paguyuban Catalina, I Nengah Sudarma menuturkan, walaupun tetesan air itu kecil, tapi sangat mengganggu aktivitas warga yang berlalu lalang di jalan, khususnya warga Blok AA. "Tetesan ...