Langsung ke konten utama

Pengembang Tancap Gas...!!! Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi Tahun 2024, Industri Properti Kawasan Timur Jakarta Diprediksi Meraup Keuntungan Besar

 

Sejumlah pengembang yang memproduksi hunian di kawasan timur Jakarta, diprediksi akan meraup keuntungan penjualan karena kereta cepat Jakarta-Bandung, ditargetkan akan mulai beroperasi tahun 2024 serta didukung Tol Layang Jakarta-Cikampek yang sudah aktif sejak tahun 2019 lalu

thepropertycom (JAKARTA). Tahun 2024 Industri properti, khususnya di kawasan timur Jakarta akan semakin prospektif, walaupun diterpa isu resesi global dan melajunya tingkat inflasi nasional. Faktanya, penyaluran kredit hunian masih terus tumbuh. 

Menjamurnya hunian rumah tapak maupun apartemen yang tersebar mulai dari Bekasi, Cibitung, Cikarang hingga Karawang, menjadi barometer bahwa industri properti di kawasan timur Jakarta sedang melaju cepat. 


Berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nasional BPS, angka backlog rumah menunjukkan bahwa sebanyak 12,75 juta keluarga masih belum memiliki rumah. Hasil survei ini, tentu memicu para pengembang untuk segera mengembangkan hunian baru. Mereka yakin industri properti akan tumbuh secara signifikan di tahun 2024.


Salah satu pengembang besar yang mampu melihat potensi bisnis industri properti di kawasan timur Jakarta ialah Lippo Cikarang Tbk. 

"Kami optimis, masyarakat mulai mencari tempat tinggal atau hunian yang dekat dengan lokasi kerja, khususnya di kawasan industri Cikarang," tukas CEO Lippo Cikarang, Rudy Halim saat peluncuran blok baru Newville, garapan Lippo Cikarang Tbk, Jawa Barat, baru-baru ini. 


Rudy optimis, hunian Newville mampu mengikuti target pasar. PT Lippo menawarkan hunian Newville dengan harga terjangkau. Blok Newville didukung tiga hub baru, antara lain Business and Commerce Hub, Wellnes Hub, dan Entertainment Hub, serta infrastruktur koridor timur yaitu LRT Cawang-Bekasi Timur.[redtp17]



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gelombang PHK Berkelanjutan, Kode Keras Bagi Presiden Prabowo Subianto

Gelombang PHK bukan hanya terjadi di sektor industri manufaktur, tetapi juga menyentuh lembaga media massa nasional, seperti stasiun TV swasta, siaran radio komersial dan sejumlah media online. Diprediksi sampai akhir tahun 2025 ini, pengangguran terselubung terdidik semakin tinggi, angka kriminalitas menanjak naik, premanisme meluas dan pungli bertebaran dimana-mana. Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi secara berkelanjutan sejak tahun 2022 lalu hingga memasuki semester pertama tahun 2025, menjadi kode keras buat Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi, terkait kebijakan ekonomi kerakyatan. Badai PHK berjamaah ini terjadi, berawal dari penurunan daya beli masyarakat lapisan bawah. Kondisi ini semakin diperparah oleh keadaan ekonomi global yang terus melemah, serta kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang secara tidak langsung merusak sendi-sendi ekonomi nasional. Terjadinya kasus PHK b...

Friksi Terselubung Lembaga Public Relations Versus Media Massa, Kemana Budget untuk Media Massa?

Sejumlah lembaga PR ‘nakal’ diduga memanfaatkan, sekaligus mendompleng media massa untuk menyiarkan berita kepada masyarakat luas, dengan tujuan menjaga citra positif perusahaan swasta tertentu atau institusi negara, di mata publik.   Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa   Friksi terselubung antara lembaga Public Relations (PR), baik PR internal perusahaan maupun PR Eksternal (PR swasta/independen) dengan media massa (media online, cetak dan audio visual), sudah terjadi sejak lama.   Friksi ini menyangkut persoalan yang berhubungan langsung dengan pembiayaan (budget) pemberitaan untuk media massa setelah media massa hadir dalam undangan press conference, maupun penayangan berita yang berasal press release yang dikirmkan PR.   Seperti diketahui, fungsi Public Relations (PR) adalah menjaga image positif perusahaan swasta tertentu atau institusi negara, di masyarakat melalui pemberitaan media massa.   Namun sayangnya, ada sejumlah lembaga PR internal per...

Fenomena Aksi Cabul Negeri Beradab...

  Kasus sejumlah dokter yang mencabuli pasiennya saat melakukan praktik merupakan fenomena baru yang cukup menakutkan kaum perempuan, terutama bagi perempuan yang sedang hamil atau yang sedang mengalami gangguan kesehatan. Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa Selama ini, Indonesia dikenal sebagai negeri yang beradab, masyarakatnya ramah-tamah, sopan santun, serta beretika/berbudaya luhur hasil warisan dari nenek moyang bangsa. Namun, sekarang negara ini semakin terjerembab dalam lingkaran nafsu syahwat dan aksi cabul yang tidak lagi mengenal rasa malu. Jauh sebelum aksi cabul dilakukan para dokter, sudah banyak kasus pencabulan terjadi, mulai dari puluhan santriwati yang dicabuli hingga hamil oleh oknum pengajar pesantren, dukun cabul yang selalu ada dari zaman ke zaman, guru cabul, pejabat cabul, oknum polisi cabul dan banyak lagi cabul-cabul lainya yang mungkin saja tidak tersentuh media dan hukum. Bahkan, ada kasus pencabulan menghilang tanpa jejak, setelah ada kesep...