Langsung ke konten utama

Hunian TOD Laris Manis...!!! "Selamat Tinggal Kendaraan Pribadi"

 

Penghuni rumah berkonsep TOD, perlahan tetapi pasti lebih suka naik kendaraan umum, salah satu contohnya ialah Commuter Line. "Selamat Tinggal Kendaraan Pribadi."

thepropertycom (JAKARTA). Hunian berkonsep TOD yang banyak dikembangkan pengembang properti akan semakin banyak menarik konsumen. Hunian TOD merupakan salah satu solusi ditengah banyaknya persoalan sosial dan lalu lintas, diantaranya kenaikan tarif tol, harga BBM, pajak kendaraan bermotor, pembatasan plat ganjil/genap dan biaya parkir yang semakin tinggi. 


Senior Associate Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto mengatakan, pembangunan hunian berbasis transit atau transit oriented development (TOD) akan laris manis ke depannya dibandingkan dengan model hunian konvensional. 


Menurut Ferry, penggunaan kendaraan pribadi tidak lagi menjadi pilihan utama. Selain itu, tingginya biaya transportasi dengan kendaraan pribadi dan rencana pemerintah menyediakan transportasi massal yang terjangkau dan ramah lingkungan, akan menjadi angin segar bagi penghuni apartemen TOD. 


"Saat ini, mayoritas proyek TOD masih dalam tahap pembangunan. Proyek TOD lebih tahan terhadap kondisi ekonomi dibandingkan proyek non-TOD," ujar Ferry. 

Ferry menuturkan, pihaknya membandingkan tingkat penjualan proyek apartemen dari sebelum pandemi hingga akhir 2022, dan menunjukkan bahwa proyek TOD mencapai peningkatan rata-rata sebesar 10,3 persen, sedangkan proyek non-TOD hanya mencatat peningkatan sebesar 3,8 persen.

"Peluang TOD di DKI juga didorong oleh tren pembangunan sarana transportasi umum masal yang ada di Jabodetabek dan daerah," tutupnya.[redtp16]



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Friksi Terselubung Lembaga Public Relations Versus Media Massa, Kemana Budget untuk Media Massa?

Sejumlah lembaga PR ‘nakal’ diduga memanfaatkan, sekaligus mendompleng media massa untuk menyiarkan berita kepada masyarakat luas, dengan tujuan menjaga citra positif perusahaan swasta tertentu atau institusi negara, di mata publik.   Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa   Friksi terselubung antara lembaga Public Relations (PR), baik PR internal perusahaan maupun PR Eksternal (PR swasta/independen) dengan media massa (media online, cetak dan audio visual), sudah terjadi sejak lama.   Friksi ini menyangkut persoalan yang berhubungan langsung dengan pembiayaan (budget) pemberitaan untuk media massa setelah media massa hadir dalam undangan press conference, maupun penayangan berita yang berasal press release yang dikirmkan PR.   Seperti diketahui, fungsi Public Relations (PR) adalah menjaga image positif perusahaan swasta tertentu atau institusi negara, di masyarakat melalui pemberitaan media massa.   Namun sayangnya, ada sejumlah lembaga PR internal per...

Mantap...!!! Ini Terobosan Baru Cara Rakyat Beli Rumah. Mau Tahu?

  Rakyat berpenghasilan tidak tetap (non-fixed income) dipastikan akan bisa beli rumah. Jadi, tidak usah khawatir. Mau tahu caranya...???  thepropertycom (JAKARTA). Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida, mengatakan, masyarakat berpenghasilan tidak tetap dapat membeli rumah bersubsidi dengan cara mengikuti prosedur fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP atau KPR Tapera. "Pangsa pasar perumahan hampir 65 persen non-fixed income. Untuk membeli rumah rakyat bisa memakai skema KPR Rent to Own (RTO) dan KPR Staircasing Shared Ownership (SSO). Bank BTN bersama Kementerian PUPR dan BP Tapera sedang menyiapkan pembiayaannya," ujar Totok.  Sementara itu, Direktur Konsumer dan Komersial Bank BTN, Hirwandi Gafar, mengungkapkan, amanat UU Tapera menyebutkan ada dua peserta wajib Tapera yaitu rakyat yang memiliki pekerjaan tetap dan masyarakat non-fixed income.  "Kita mengimbau rakyat ikut program Tapera. Tabungan dan iuran mereka akan dinilai setiap bulan untuk mencicil K...