Langsung ke konten utama

Bella Tower Pakuwon Residences Bekasi, Gaet Supermarket Asal Jepang

 

Target penghuni apartemen bukan hanya konsumen lokal, tetapi juga investor ekspatriat

the property. Pakuwon grup salah satu pengembang top Indonesia meluncurkan tower 2 'Bella Tower' apartemen Pakuwon Residences Bekasi, menyusul kesuksesan tower 1 'Amor Tower' yang sudah terjual 90 persen dari total 724 unit yang dipasarkan. 

Seremonial peluncuran 'Bella Tower' dilakukan secara simbolis di mall Kota Kasablanka Jakarta, Selasa (14/2/2023). 

Director Business Development Pakuwon Grup, Ivy Wong kepada awak pers mengatakan, sasaran penghuni apartemen bukan hanya konsumen lokal, tetapi juga para investor ekspatriat dan eksekutif muda yang bekerja di sekitar Bekasi, Cikarang, dan kawasan industri lainnya.


Selain itu, lanjut Ivy, sejak awal tahun 2023, Pakuwon grup juga sudah menggaet salah satu supermarket asal Jepang untuk mengisi ruang Pakuwon Mall Bekasi. 

Di tempat yang sama, President Director Pakuwon Grup Stefanus Ridwan dalam sambutannya mengungkapkan, 'Bella Tower' mengusung konsep healthy living karena di lokasi tower itu ada fasilitas Zen Garden.

"Penghuni atau pengunjung apartemen dapat menikmati suasana asri, sehat dan nyaman. Ini yang menjadikan Pakuwon Residences Bekasi sangat diminati konsumen,“ kata Stefanus Ridwan. [redtp17/foto:thepropertycom]



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gelombang PHK Berkelanjutan, Kode Keras Bagi Presiden Prabowo Subianto

Gelombang PHK bukan hanya terjadi di sektor industri manufaktur, tetapi juga menyentuh lembaga media massa nasional, seperti stasiun TV swasta, siaran radio komersial dan sejumlah media online. Diprediksi sampai akhir tahun 2025 ini, pengangguran terselubung terdidik semakin tinggi, angka kriminalitas menanjak naik, premanisme meluas dan pungli bertebaran dimana-mana. Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi secara berkelanjutan sejak tahun 2022 lalu hingga memasuki semester pertama tahun 2025, menjadi kode keras buat Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi, terkait kebijakan ekonomi kerakyatan. Badai PHK berjamaah ini terjadi, berawal dari penurunan daya beli masyarakat lapisan bawah. Kondisi ini semakin diperparah oleh keadaan ekonomi global yang terus melemah, serta kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang secara tidak langsung merusak sendi-sendi ekonomi nasional. Terjadinya kasus PHK b...

Friksi Terselubung Lembaga Public Relations Versus Media Massa, Kemana Budget untuk Media Massa?

Sejumlah lembaga PR ‘nakal’ diduga memanfaatkan, sekaligus mendompleng media massa untuk menyiarkan berita kepada masyarakat luas, dengan tujuan menjaga citra positif perusahaan swasta tertentu atau institusi negara, di mata publik.   Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa   Friksi terselubung antara lembaga Public Relations (PR), baik PR internal perusahaan maupun PR Eksternal (PR swasta/independen) dengan media massa (media online, cetak dan audio visual), sudah terjadi sejak lama.   Friksi ini menyangkut persoalan yang berhubungan langsung dengan pembiayaan (budget) pemberitaan untuk media massa setelah media massa hadir dalam undangan press conference, maupun penayangan berita yang berasal press release yang dikirmkan PR.   Seperti diketahui, fungsi Public Relations (PR) adalah menjaga image positif perusahaan swasta tertentu atau institusi negara, di masyarakat melalui pemberitaan media massa.   Namun sayangnya, ada sejumlah lembaga PR internal per...

Fenomena Aksi Cabul Negeri Beradab...

  Kasus sejumlah dokter yang mencabuli pasiennya saat melakukan praktik merupakan fenomena baru yang cukup menakutkan kaum perempuan, terutama bagi perempuan yang sedang hamil atau yang sedang mengalami gangguan kesehatan. Oleh: Wawan Kuswandi Pemerhati Komunikasi Massa Selama ini, Indonesia dikenal sebagai negeri yang beradab, masyarakatnya ramah-tamah, sopan santun, serta beretika/berbudaya luhur hasil warisan dari nenek moyang bangsa. Namun, sekarang negara ini semakin terjerembab dalam lingkaran nafsu syahwat dan aksi cabul yang tidak lagi mengenal rasa malu. Jauh sebelum aksi cabul dilakukan para dokter, sudah banyak kasus pencabulan terjadi, mulai dari puluhan santriwati yang dicabuli hingga hamil oleh oknum pengajar pesantren, dukun cabul yang selalu ada dari zaman ke zaman, guru cabul, pejabat cabul, oknum polisi cabul dan banyak lagi cabul-cabul lainya yang mungkin saja tidak tersentuh media dan hukum. Bahkan, ada kasus pencabulan menghilang tanpa jejak, setelah ada kesep...